SAFARI LITERASI MPLS: Menebar Benih Toleransi Di Ladang Ilmu SMPK Yapenthom 2 Maumere

PENDIDIKAN 17 Jul 2026 09:22 2 min read 170 views By Yanto De Flores

Share berita ini

SAFARI LITERASI MPLS: Menebar Benih Toleransi Di Ladang Ilmu SMPK Yapenthom 2 Maumere
𝗦𝗮𝗳𝗮𝗿𝗶 𝗟𝗶𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗠𝗣𝗟𝗦: 𝗠𝗲𝗻𝗲𝗯𝗮𝗿 𝗕𝗲𝗻𝗶𝗵 𝗧𝗼𝗹𝗲𝗿𝗮𝗻𝘀𝗶 𝗱𝗶 𝗟𝗮𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗜𝗹𝗺𝘂 𝗦𝗠𝗣𝗞 𝗬𝗮𝗽𝗲𝗻𝘁𝗵𝗼𝗺 𝟮 MAUMERE – Kamis, 16 Juli 2026, suasana SMPK Yapent...

𝗦𝗮𝗳𝗮𝗿𝗶 𝗟𝗶𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗠𝗣𝗟𝗦: 

𝗠𝗲𝗻𝗲𝗯𝗮𝗿 𝗕𝗲𝗻𝗶𝗵 𝗧𝗼𝗹𝗲𝗿𝗮𝗻𝘀𝗶 𝗱𝗶 𝗟𝗮𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗜𝗹𝗺𝘂 𝗦𝗠𝗣𝗞 𝗬𝗮𝗽𝗲𝗻𝘁𝗵𝗼𝗺 𝟮

 

MAUMERE – Kamis, 16 Juli 2026, suasana SMPK Yapenthom II mendadak berubah menjadi sebuah taman yang ranum oleh benih-benih harapan. Yohanes Kia Nunang, sosok yang akrab disapa Kaka Yanto, pendiri Pondok Baca Kampung Kabor, hadir membawa angin segar literasi yang menyapa setiap sudut sekolah dengan kehangatan.

Safari literasi ini bukan sekadar kunjungan biasa; ini adalah sebuah simfoni kemanusiaan. Kaka Yanto menapaki panggung sekolah bukan sebagai guru formal, melainkan sebagai sang penenun cerita. Dengan kepiawaiannya mendongeng, ia menyihir perhatian para peserta didik. Narasi yang ia bawakan tentang renungan Alkitab tidak hanya menjadi pesan iman, tetapi menjadi kompas moral bagi anak-anak untuk melangkah di tengah dunia yang makin kompleks.

Merajut Toleransi dalam Keberagaman

Di balik dinding sekolah yang bernaung di bawah payung Katolik, Kaka Yanto memantik kesadaran akan indahnya pelangi perbedaan. Ia memberikan ruang apresiasi bagi peserta didik beragama Islam yang baru saja bergabung, menekankan bahwa perbedaan adalah kekayaan peradaban.

"Kita semua lahir dari rahim yang sama, Ibu Pertiwi. Maka, jangan ada lagi sekat benci, jangan ada lagi duri perundungan, dan jangan ada lagi pertikaian. Kita adalah saudara yang sedang menapaki jalan yang sama di bawah naungan langit yang satu," pesan Kaka Yanto dengan nada yang menyentuh kalbu.

Tawa, Inspirasi, dan Pintu yang Terbuka

Kaka Yanto pun menjadi sebuah cermin inspirasi, membagikan kisah-kisah perjuangan hidup yang menggugah semangat belajar. Tak jarang, suasana yang khidmat pecah oleh derai tawa ketika ia melontarkan pantun-pantun jenaka yang menyegarkan suasana, menjadikan auditorium sekolah sebagai laboratorium kegembiraan. Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap literasi, Kaka Yanto membagikan buku-buku bacaan sumbangan dari One Hope Indonesia. Buku-buku tersebut ibarat sumber mata air di tengah gurun, yang siap membasuh dahaga pengetahuan anak-anak.

Menutup kunjungannya, Kaka Yanto menegaskan bahwa Pondok Baca Kampung Kabor adalah rumah kedua bagi mereka. "Pintu pondok kami tidak pernah terkunci untuk adik-adik. Datanglah, kerjakan tugas sekolah kalian, nikmati koleksi buku kami, dan manfaatkan akses Wi-Fi gratis yang tersedia. Biarkan pondok itu menjadi dermaga bagi kapal-kapal mimpi kalian untuk berlabuh dan merancang masa depan," pungkasnya.

Safari literasi hari ini telah berhasil menanamkan benih literasi dan toleransi yang kokoh. Harapannya, benih-benih tersebut akan terus tumbuh menjadi pohon besar yang meneduhkan Indonesia di masa depan.

Radar Kelimutu
Chat with us on WhatsApp