MADING SMKN 7 ENDE MENGEMBANGKAN MINAT MENULIS DAN BUDAYA ILMIAH

PENDIDIKAN 12 Aug 2026 10:36 3 min read 241 views By Yanto Wangge

Share berita ini

MADING SMKN 7 ENDE MENGEMBANGKAN MINAT MENULIS DAN BUDAYA ILMIAH
"Orang yang menulis dengan baik karena orang tersebut sering membaca"

Majalah Dinding ( Mading) adalah salah satu bentuk dari majalah Sekolah. Bentuk lain dari majalah Sekolah berupa koran sekolah atau majalah sekolah yang di terbitkan setiap hari. Baik mading, Koran Sekolah, buletin sekolah mempunyai tujuan pokok sebagai media komunikasi antar peserta didik maupun peserta didik dengan pihak sekolah. Selain itu tentu Mading, Koran Sekolah, Majalah Sekolah dan buletin Sekolah menjadi cara untuk membangun minat dan keterampilan siswa-siswi dalam hal menulis dan membaca.

 

Kreatifitas dan ekspresi siswa-siswi dapat di tuangkan di Mading. Manding bisa di kembangkan menjadi jurnal ilmiah di antara siswa-siswi tentu saja harus di dampingi oleh guru bahasa Indonesia. Guru Bahasa Indonesia mempunyai peranan sangat penting dalam kemajuan Mading Sekolah.

 

Fungsi Mading di sekolah 

Pertama: Fungsi Pembelajaran 

Majalah Dinding berfungsi bukan sekedar media komunikasi antar siswa dengan siswa dan siswa dengan sekolah saja. Mading juga sebagai media pembelajaran bagi siswa dan siswi untuk mengembangkan ketrampilan menulis. Minat dan kegemaran menulis bisa di mulai dari Mading. Fungsi Pembelajaran ini bisa maksimal apabila mading di kelolah dengan baik dan serius oleh OSIS dan di dampingi oleh Guru Bahasa Indonesia atau guru yang berminat dalam dunia jurnalistik karena Mading berkaitan dengan dunia tulis-menulis dan publikasi. 

 

Kedua: Pendidikan Karakter 

Mading bukan hanya tempat untuk  belajar menulis tetapi sebagai tempat untuk berorganisasi siswa-siswi. Dalam tim Mading siswa-siswi membuat program kerja bulanan, dispin waktu karena time schedule, kerja sama bagaimana menghargai orang lain. Banyak values di refleksikan dan di hidupi dalam mengembangkan Mading. Mading menjadi media yang sangat efektif dalam pendidikan karakter. 

 

Ketiga: Media Promosi 

Majalah Dinding yang di kelolah secara serius akan memberi nilai promotive bagi sekolah. Kreasi, praktek dan prestasi siswa-siswi bisa di tampilkan pada majalah Dinding, dan hal ini merupakan promosi yang sangat baik dan murah kepada masyarakat. Kebutuhan akan penghargaan terpenuhi. Menurut Psikolog behaviorisme, Abraham Maslow di dalam diri manusia terdapat hirarki kebutuhan yang tidak mungkin kebutuhan yang lebih tinggi terpenuhi sebelum kebutuhan yang lebih rendah tercukupi. Salah satu kebutuhan manusia adalah kebutuhan untuk di hargai. Jikalau kebutuhan untuk di hargai sudah terpenuhi maka dia akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan Aktualisasi diri sebagai kebutuhan tertinggi. Majalah Dinding memberi keleluasaan kepada siswa-siswi untuk memenuhi kebutuhan akan di hargai. Misalnya tulisan siswa-siswi di majalah Dinding akan di hargai secara istimewa bagi yang bersangkutan sehingga siswa-siswi akan berlomba-lomba menulis di Mading karena tulisan mereka di hargai dan di baca oleh siswa-siswi yang lain.

 

Keempat: Pelaksanaan Sederhana tapi Menarik

Mading harus di rancang secara sederhana tapi menarik. Sederhana karena Mading bukan majalah profesional yang mengeluarkan dana yang besar. Sederhana karena peralatan yang di gunakan tidak mahal dan bisa di gunakan barang bekas. Ini sebuah pola pikir yang harus di tanamkan kepada siswa-siswi. Tentu Aspek menarik di perjuangkan supaya menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa-siswi. 

 

Dalam Pembuatan Mading harus Punya program kerja dalam setahun. Mulai dari bulan Januari sampai Desember. Setiap bulan harus punya temanya masing-masing.

 

Mading sering di pandang sebelah mata oleh pihak sekolah, sangat sedikit sekolah mengembangkan Mading sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Padahal Mading mempunyai kekuatan besar untuk mengembangkan minat siswa-siswi dalam dunia tulis menulis. SMKN 7 ENDE menyadarkan bahwa Mading sangat Penting, karena dengan menulis membuat siswa-siswi untuk berpikir dan membaca banyak buku. Selain itu pihak sekolah di untungkan karena salah satu instrumen akreditasi adalah pengembangan kreativitas siswa-siswi dan budaya ilmiah di lingkungan sekolah. 

 

 

Radar Kelimutu
Chat with us on WhatsApp