Menanam Benih Literasi Di Ladang Digital: Safari Yanto De Flores Di SMA NEGERI 1 BOLA

PENDIDIKAN 18 Jul 2026 11:07 2 min read 276 views By Yanto De Flores

Share berita ini

Menanam Benih Literasi Di Ladang Digital: Safari Yanto De Flores Di SMA NEGERI 1 BOLA
𝗠𝗲𝗻𝗮𝗻𝗮𝗺 𝗕𝗲𝗻𝗶𝗵 𝗟𝗶𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗶 𝗟𝗮𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗴𝗶𝘁𝗮𝗹: 𝗦𝗮𝗳𝗮𝗿𝗶 𝗬𝗮𝗻𝘁𝗼 𝗗𝗲 𝗙𝗹𝗼𝗿𝗲𝘀 𝗱𝗶 𝗦𝗠𝗔 𝗡𝗲𝗴𝗲𝗿𝗶 𝟭 𝗕𝗼𝗹𝗮

𝗠𝗲𝗻𝗮𝗻𝗮𝗺 𝗕𝗲𝗻𝗶𝗵 𝗟𝗶𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗶 𝗟𝗮𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗴𝗶𝘁𝗮𝗹: 𝗦𝗮𝗳𝗮𝗿𝗶 𝗬𝗮𝗻𝘁𝗼 𝗗𝗲 𝗙𝗹𝗼𝗿𝗲𝘀 𝗱𝗶 𝗦𝗠𝗔 𝗡𝗲𝗴𝗲𝗿𝗶 𝟭 𝗕𝗼𝗹𝗮

 

BOLA, 18 Juli 2026 – Di bawah langit cerah Sabtu pagi, SMA Negeri 1 Bola menjadi saksi sebuah perjumpaan yang membekas. Hari terakhir Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah ruang perjumpaan batin antara literasi dan masa depan. Yohanes Kia Nunang, sosok yang akrab disapa Yanto De Flores, hadir membawa napas segar bagi para siswa baru.

 

Sang penggerak literasi dari Pondok Baca Kampung Kabor ini hadir bagaikan pelita di tengah gerimis tantangan zaman. Di hadapan para siswa, Yanto menegaskan bahwa literasi hari ini bukan lagi sekadar mengeja huruf di atas kertas, melainkan sebuah kompas di samudera digital. Ia mengajak siswa untuk menjadi nakhoda yang cerdas, bukan penumpang yang terombang-ambing oleh arus informasi yang menyesatkan. "Literasi digital adalah kunci untuk membuka pintu dunia tanpa harus kehilangan jati diri kita," tuturnya dengan penuh penekanan.

 

Suasana yang semula formal perlahan mencair. Yanto mengisahkan sebuah narasi inspiratif yang menyentuh relung hati, seolah merajut mimpi di benak para siswa. Tak berhenti di sana, ia pun memecah keheningan dengan pantun-pantun jenaka yang dibawakannya dengan luwes. Ledakan tawa riang para siswa dan guru pecah seketika, menghapus sekat antara pemateri dan audiens, mengubah aula sekolah menjadi ruang keluarga yang hangat.

 

Sebelum langkahnya beranjak meninggalkan sekolah, Yanto menjalankan ritual kemanusiaannya: membagikan buku-buku bacaan secara gratis. Buku-buku itu ia serahkan bukan sekadar sebagai lembaran kertas, melainkan sebagai benih-benih ilmu yang siap disemai di ladang pikiran anak-anak muda tersebut.

Di pengujung kunjungan, sebuah pesan haru disampaikan Yanto. Dengan kerendahan hati, ia meminta agar para siswa tidak hanya menganggapnya sebagai seorang kakak, melainkan sebagai seorang bapa.

 

"Jadikanlah saya sebagai Bapa kalian. Jika ada tugas sekolah yang berat, atau ganjalan di rumah yang menyesakkan dada, janganlah disimpan sendiri di dalam hati. Datanglah, ceritakan, dan sampaikan semua itu kepada Bapa Yanto," ucapnya menutup pertemuan dengan hangat, meninggalkan jejak harapan bagi masa depan literasi di tanah Bola.

Radar Kelimutu
Chat with us on WhatsApp