MENJELANG RITUAL PATI KA DU'A BAPU ATA MATA KAWAH DANAU KELIMUTU LONGSOR
Radarkelimutu, Menjelang Ritual PATI KA DU'A BAPU ATA pada tanggal 14 Agustus 2026 terjadi longsor pada dinding kawah Danau Kelimutu, di Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (4/8/2026). Longsoran di danau yang terletak di puncak Gunung Kelimutu itu menimbulkan asap tebal. Rekaman video peristiwa longsoran kawah Kelimutu itu viral di media sosial (medsos).
Berdasar Kepercayaan Orang Lio yang berdiam di sekitar Kawasan Kelimutu mengatakan bahwa" DUA BAPU ATA MATA "marah kepada Aji Ananya karena melakukan hal yang kurang sopan dan tidak baik di tempat tinggal mereka. Apalagi kejadian ini mau menjelang Ritual PATI KA DU'A BAPU ATA MATA pada tanggal 14 Agustus 2026.
Peristiwa Longsor Di Kawah 1 dan Kawah 2 yaitu Tiwu Ata Polo dan Tiwu Ko'o Ata Fai Nuwamuri merupakan fenomena alam yang sering terjadi di setiap Gunung berapi yang masih aktif. Berdasarkan Pantauan Radar Kelimutu hasil pantauan di lapangan dan keterangan saksi yang merekam, peristiwa itu terjadi pukul 08.40 Wita, Selasa, 4 Agustus 2026.
Longsor terjadi di danau kawah 2, yaitu Tiwu Ko'ofai Nuwamuri bukan pada dinding pembatas antara Tiwu Ata Polo dan Tiwu Ko'o Fai Nuwamuri melainkan pada dinding bagian selatan di Tiwu Ko'o Fai Nuwamuri. Sementara dua danau lainnya pada posisi aman. "Mengenai kejadian kemarin, hasil pantuan tidak ada penyatuan (dua danau).
Untuk diketahui Gunung Kelimutu berada di kecamatan Kelimutu Kabupaten Ende, NTT. Gunung ini menjadi destinasi andalan Kabupaten Ende karena memiliki tiga danau kawah dengan warna berbeda-beda dan sering berubah warna.
Tiga danau itu adalah Tiwu Ata Bupu (Danau Orang Tua). Danau ini berwarna biru atau putih murni. Kemudian, Tiwu Ko'o Fai Nuwamuri (Danau Muda-mudi). Danau ini sering kali berwarna hijau toska atau biru muda terang. Terakhir, Tiwu Ata Polo (Danau Orang Jahat). Air di danau ini kerap berubah menjadi warna merah, cokelat tua, hingga hitam.
Sampai saat ini Danau Tiga Warna Kelimutu dalam keadaan Normal dan Aman dan semakin banyak tamu yang datang berkunjung di Taman Nasional.
Related Articles