Menyemai Benih Cahaya: Safari Literasi Yanto De Flores Di SDI Kota Uneng

PENDIDIKAN 17 Jul 2026 09:30 2 min read 132 views By Yanto De Flores

Share berita ini

Menyemai Benih Cahaya: Safari Literasi Yanto De Flores Di SDI Kota Uneng
𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗺𝗮𝗶 𝗕𝗲𝗻𝗶𝗵 𝗖𝗮𝗵𝗮𝘆𝗮: 𝗦𝗮𝗳𝗮𝗿𝗶 𝗟𝗶𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗬𝗮𝗻𝘁𝗼 𝗗𝗲 𝗙𝗹𝗼𝗿𝗲𝘀 𝗱𝗶 𝗦𝗗𝗜 𝗞𝗼𝘁𝗮 𝗨𝗻𝗲𝗻𝗴 MAUMERE – PBKK Pagi ini, Jumat 17 Juli 2026, halaman SDI Kota...

𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗺𝗮𝗶 𝗕𝗲𝗻𝗶𝗵 𝗖𝗮𝗵𝗮𝘆𝗮: 𝗦𝗮𝗳𝗮𝗿𝗶 𝗟𝗶𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗬𝗮𝗻𝘁𝗼 𝗗𝗲 𝗙𝗹𝗼𝗿𝗲𝘀 𝗱𝗶 𝗦𝗗𝗜 𝗞𝗼𝘁𝗮 𝗨𝗻𝗲𝗻𝗴

 

MAUMERE – PBKK

Pagi ini, Jumat 17 Juli 2026, halaman SDI Kota Uneng berubah menjadi oase yang menyejukkan. Kehadiran Yohanes Kia Nunang, atau yang lebih akrab disapa Yanto De Flores, bukan sekadar kunjungan biasa. Sang "penjaga gerbang ilmu" dari Pondok Baca Kampung Kabor itu datang membawa misi yang lebih besar: merawat nalar dan menyuburkan taman literasi di hati anak-anak.

 

Sambutan hangat dari Kepala Sekolah, Ibu Jasmine Wawo, beserta jajaran guru dan ratusan siswa, menjadi gerbang pembuka yang manis. Ibarat magnet, sosok Yanto langsung menarik perhatian 300 lebih siswa dari kelas 1 hingga 6 untuk bergegas menuju aula sekolah. Suasana yang tadinya formal seketika mencair saat Yanto melemparkan pantun jenaka. Tawa riang anak-anak pecah, memenuhi ruangan, memecah kekakuan menjadi harmoni keakraban.

 

Di balik keceriaan itu, Yanto menyelipkan pesan-pesan filosofis. Ia menanamkan bibit toleransi—sebuah jembatan emas bernama Pancasila. Di tengah keberagaman suku dan agama, khususnya di SDI Kota Uneng yang memiliki banyak siswa Muslim, Yanto menegaskan bahwa perbedaan adalah pelangi yang justru membuat Indonesia indah. Ia mengajak anak-anak untuk saling menghormati dan menghargai, menjahit perbedaan menjadi kain persaudaraan yang kokoh.

 

Dalam sesinya, Yanto berubah menjadi "kompas" bagi anak-anak. Ia memberikan motivasi edukatif yang tajam namun penuh kasih sayang, mengingatkan mereka untuk tidak membiarkan diri "terpenjara" oleh layar ponsel. Baginya, gawai yang berlebihan adalah kabut yang perlahan mengaburkan kejernihan mata, menumpulkan ketajaman otak, dan mengeraskan kepekaan hati.

Sebagai wujud nyata kecintaannya pada literasi, Yanto membagikan buku-buku bacaan secara gratis persembahan dari One Hope Indonesia. Tak ada sekat dalam berbagi; buku-buku bacaan Katolik dibagikan untuk yang membutuhkan, sementara bagi siswa Muslim, Yanto memberikan janji manis berupa Buku Pintar Islam dan Teladan Utama Rasulullah, sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman keyakinan.

 

Satu jam berlalu secepat kedipan mata. Ketika tiba saatnya untuk berpamitan, aula sekolah yang tadinya tenang berubah menjadi lautan kerinduan. Anak-anak berlarian mengejar Yanto hingga ke ambang pintu aula, berebut untuk sekadar menyentuh tangan sang inspirator. Bahkan, beberapa anak Muslim dengan antusias menyatakan keinginan mereka untuk mengunjungi Pondok Baca Kampung Kabor.

 

Yanto De Flores telah pergi, namun jejak literasi yang ia tinggalkan hari ini adalah benih yang telah ditanam. Di bawah atap SDI Kota Uneng, benih itu kini menunggu waktu untuk tumbuh menjadi pohon pengetahuan yang teduh, melindungi masa depan anak-anak Maumere dengan kasih dan toleransi.

Radar Kelimutu
Chat with us on WhatsApp