SILATURAHMI YANG TERSIRAT DI BENAK ANAK-ANAK KABOR

Opini 20 Sep 2026 16:03 • 2 min read • 246 views • By Yanto De Flores

Share berita ini

SILATURAHMI YANG TERSIRAT DI BENAK ANAK-ANAK KABOR
Kemanusiaan Tidak ada Sekat

 

 

Matahari Minggu, 20 September 2026, berada di puncak tahtanya, memuntahkan lidah-lidah api yang memanggang bumi. Namun, sengatan terik itu tak mampu meluluhkan baja niat dua sosok inspiratif. Hari itu, jejak langkah Bapak Abu Shahwah selaku Perwakilan Helm Biru dan Bapak Haji Nasir Thamrin, Ketua Yayasan Multazam, sekaligus Perwakilan Badan Tanggap Bencana Gelora, mengukir kisah kemanusiaan di tanah Pondok Baca Kampung Kabor.

 

Kedatangan mereka adalah bentang payung ketenangan dalam balutan kegiatan Trauma Healing, membalut luka batin dan mengusir bayang-bayang kelam yang ditinggalkan gempa bumi 15 Agustus lalu.

Senyum hangat nan tulus langsung mekar dari wajah Yohanes Kia Nunang yang akrab disapa Kaka Yanto De Flores, pendiri Pondok Baca Kampung Kabor, bersama Kaka Nensi Mail, sang tiang ketangguhan perempuan Kampung Kabor. Mereka menyambut para tamu dengan tangan terbuka, merajut kehangatan di tengah gumpalan hawa panas siang itu.

 

Di bawah naungan sederhana pondok baca, tawa anak-anak yang sempat padam kembali menyala. Cerita-cerita menarik mengalir bagai telaga di padang pasir, diselingi permainan interaktif yang membakar semangat. Riak kegembiraan kian meluap saat tas-tas hadiah dibuka, menampilkan jajaran buku tulis, pulpen, camilan, hingga permen yang menjadi amunisi kecil untuk mengukir kembali ukiran senyum di wajah-wajah polos masa depan Kabor. Hari itu, tawa anak-anak berhasil meruntuhkan sisa-sisa trauma, menggantikannya dengan benih-benih harapan baru.

Radar Kelimutu
Chat with us on WhatsApp