Menyulam Kembali Retakan Jiwa di Tenda Biru Maumere
Tenda biru yang membentang di pelataran TKK Mutiara Maumere hari ini bukan sekadar peneduh dari sengatan matahari Kota Uneng, Kabupaten Sikka. Ia menjelma menjadi sebuah bahtera harapan bagi anak-anak yang jiwanya sempat diguncang trauma akibat gempa bumi 15 Agustus 2026 lalu.
Di bawah naungan kain biru tersebut, luka-luka tak kasat mata perlahan dibalut melalui kegiatan Trauma Healing. Acara ini lahir dari rajutan kolaborasi hangat antara Badan Tanggap Bencana Gelora, Helm Biru, dan Pondok Baca Kampung Kabor. Kehadiran Ketua Yayasan Multazam, Bapak Haji Nasir Thamrin, bersama perwakilan Helm Biru, Abu Shahwah, menjadi payung penguat yang mempertegas solidaritas bagi bangkitnya tunas-tunas muda di Bumi Alok.
Pagi itu, guncangan ketakutan yang sempat membeku di kepala anak-anak meleleh seketika. Yohanes Kia Nunang, pria yang juga mendirikan Pondok Baca Kampung Kabor dan akrab disapa Kaka Yanto De Flores, tampil menjadi penenun senyum. Saat Kaka Yanto mulai merangkai cerita, tutur katanya seolah menjadi jembatan magis yang membawa imajinasi anak-anak terbang jauh meninggalkan bayang-bayang ketakutan.
Setiap cerita dongeng dan gelak tawa yang pecah saat permainan berhadiah berlangsung meluncur bagai gumpalan awan penyejuk. Tawa riang yang membahana di dalam tenda menjadi obat mujarab yang memulihkan retakan retakan cemas di dada mereka. Di tanah Sikka hari itu, trauma tak lagi memegang kendali; tawa gembira anak-anak telah mengambil alih kemudi, menyemai benih kebangkitan baru pascabencana.
Related Articles