Moni Daerah Wisata Minin Fasilitas Publik
Moni, 26 Juni 2026, Perkumpulan Pelaku Pariwisata Moni Kelimutu ( P3MK) menilai fasilitas publik di Moni sangat minim.
Minimnya fasilitas Publik di daerah Wisata membuat tamu tidak betah tinggal di moni, banyak keluhan yang di sampaikan oleh wisatawan, baik Wisatawan Asing maupun wisatawan lokal terutama tamu-tamu dari pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan dari Kupang, Kata salah satu Pelaku Pariwisata di Moni, Thobias Gembira.
Fasilitas di Tempat Wisata Seperti Lampu Jalan, Wifi, Air Bersih, dan Tempat Sampah. Keempat fasilitas ini merupakan hal yang sangat penting di Daerah Wisata. Masalah ini sering di keluhkan oleh wisatawan dari Indonesia. Kebanyakan wisatawan yang datang ke Moni karena mereka mau menikmati keindahan Danau Tiga Warna Kelimutu yang berada di kecamatan Kelimutu.
Di Moni bukan hanya Kelimutu saja sebagai daerah tujuan wisata, selain Kelimutu ada Air Terjun Muru Keba di desa Waturaka. Akses untuk masuk ke Air Terjun Muru Keba jalannya belum ada rabat dan tidak ada fasilitas seperti Toilet dan Ruang Ganti pakaian. Selain air Terjun Muru Keba ada air Terjun Muru Nda'o juga tidak punya toilet dan ruang ganti pakaian. Di Liasembe desa Waturaka ada Air Panas. Di Koanara ada Kampung adat. Di semua Objek wisata tidak ada fasilitas publik seperti Toilet dan tempat sampah.
Wisatawan baik Asing maupun Nusantara biasanya menginap di Moni 1-2 malam. Wisatawan tidak bisa tinggal lama karena tidak adanya fasilitas publik.
Di Kecamatan Kelimutu sudah banyak penginapan yang tersebar di Desa Koanara, desa Woloara, Desa Waturaka dan desa Pemo. Semuanya Milik Orang Lokal. Ada 2 Milik orang Asing dan 2 Milik Pemerintah Kabupaten dan Propinsi.
Para Pelaku Pariwisata Moni yang tergabung dalam Organisasi P3MK berharap kepada Pemerintah Kabupaten Ende masalah fasilitas publik di tempat wisata yang minim bisa di atasi dan di lengkapi supaya tamu bisa lebih lama tinggal di Moni.
Related Articles